Perkembangan Fashion Dunia dari 1950 - 2010

 February 04 2015

Perkembangan fashion dewasa ini selalu berubah-ubah dari masa ke masa. Selalu saja ada fashion unik yang tercipta dan bahkan menjadi trend saat itu juga. Bahkan ada pula yang kembali ngetrend dari fashion yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya. Yuk intip artikel dibawah ini yang membahas perubahan fashion dari masa ke masa.

1. Tahun 1950 Awal (New Look)
Setelah WW II atau Perang Dunia ke-2 usai, mulai menggeliat teknologi tekstil buatan. Baju-baju dibuat dengan kain nilon, orlon, dan dracon. Pasca perang, fashion pada tahun ini lebih merujuk pada citra yang lebih segar namun tidak seglamour pada tahun 1920. Pendekatan fashion pada remaja putri juga mulai diperkenalkan pada tahun ini, sehingga baju dan fashion remaja mulai berkembang untuk bersaing dengan fashion dewasa. Gaya berbusana populer pada tahun tersebut adalah perpaduan yang khas antara penggunaan spandek, kaos ketat panjang, dan topi lebar.


2. Tahun 1950 Akhir (Pin Up)
Selain gaya berbusana New Look, tahun 1950 juga dihiasi dengan berkembangnya pakaian yang lebih urban namun tetap modis. Dipengaruhi oleh lagu-lagu Elvis Presley yang bernuansa Rock and Roll dan juga gaya berbusana Marlyn Monroe. Gaya urban dan pop culture  ini dikenal dengan sebutan Pin Up. Gaya busana Pin Up lebih cenderung ringan dan semi terbuka.


3. Tahun 1960 (Futurismo)
Tahun 1960 awal ditandai dengan adanya invasi teknologi rumah tangga yang dapat dijangkau semua kalangan. Televisi mulai digunakan di setiap rumah tangga, mesin cuci, mobil, hingga setrika sudah mulai digunakan secara luas dengan harga terjangkau. Era ini adalah era “Masa Depan” yang lebih dikenal dengan istilah Futurismo di dunia fashion. Mode fashion juga berubah dengan pengaruh invasi teknologi. Fashion tahun 1960an didominasi busana minimalis dengan motif garis atau bintik yang mengesankan moderenitas dan arti teknologi tinggi pada zamannya.


4. Tahun 1960 (Camiseta)
Tahun 1960 juga dihiasi dengan sering munculnya gerakan-gerakan pemuda yang menentang pemerintah. Peran dan dominasi anak muda dalam perkembangan dunia diawali pada tahun ini. Tidak dapat dihitung lagi banyak pemuda yang menjadi milyader melewati masa mudanya pada tahun 1960, seperti Steve Job dan Bill Gates. Dominasi anak muda secara tidak langsung juga mempengaruhi gaya berbusana masyarakat umum. Budaya memakai celana jins dan kaos oblong pertama kali populer pada tahun-tahun ini. Camiseta sendiri berarti Kaos dalam bahasa Spanyol.


5. Tahun 1960 (Hippie)
Akibat perang Vietnam yang berkepanjangan, kondisi politik yang ramai dengan terbunuhnya Presiden JFK, dan arus informasi yang begitu massive dari sebelumnya, menyebabkan semua kalangan mengerti masalah kejamnya perang Vietnam, munculah gerakan anti pemerintah yang dikenal dengan sebutan Hippie.
Kaum Hippie terpengaruh gaya berbusana Bohemian Style pada tahun 1950an. Kaum Hippie identik dengan pakaian longgar yang menunjukkan kedekatan mereka dengan alam.


6. Tahun 1970 (Disco)
Tahun 1970an terkenal dengan budaya music Disco. Gaya berbusana yang mencirikan budaya disco berkembang pesat. Pada tahun ini didominasi lagi oleh anak-anak muda. Gaya berbusana ditunjukkan dengan penggunaan celana pendek ketat / hot pant , sepatu beralas rata, dan tentunya celana komprang. Artis populer pada saat itu adalah John Travolta dengan filmnya yang terkenal “Saturday Night Fever”, tentu saja dengan gaya disco-nya, celana komprang dan rambut ditarik kebelakang menjadi sangat tren tahun 1970an.


7. Tahun 1970 (Punk)
Tahun 1970an akhir juga diramaikan dengan gaya berbusana Punk. Gaya berbusana Punk  berasal dari Inggris yang kemudian menyebar di Amerika Serikat dan Dunia. Awal mula budaya Punk diramaikan dengan munculnya grup band beraliran Punk bernama Sex Pistols dengan lagunya yang populer pada saat itu yaitu “God Save The Queen”. Kaum-kaum urban yang menentang kondisi politik identik dengan sebutan kaum PunkPunk merupakan budaya subculture yang secara eksplisit menentang politik kotor, menerapkan kehidupan mandiri, lugas, dan kebebasan. Gaya berbusana Punk identik dengan rambut spaik tajam, baju hitam dengan ornamen metal tajam dan make-up yang mencolok.


8. Tahun 1980 (New Wave)
Kaos dan celana jins menjadi begitu populer dikalangan remaja. Pada masa ini, musik menjadi bagian penting dari gaya berbusana urban pada tahun 1980an awal dimana masih dipengaruhi oleh budaya Punk. New Wave menawarkan gaya berbusana yang lebih diterima khalayak umum ketimbang Punk. Pengaruh televisi dan film yang lebih mudah terjangkau menyebabkan budaya ditahun 1980 lebih cepat tersebar. Pengaruh musik dari Inggris masih mendominasi, semacam Elastica dan grup beraliran Britpop lain.


9. Tahun 1980 (Madonna and Aerobic)
Tahun 1980an juga ditandai dengan berkembangnya teknologi portable seperti radio. Musik mulai didengar di jalan raya, taman bermain, dan juga tempat umum lain melalui radio jinjing. Musik bergaya jalanan dengan baju kedodoran dan nuansa outdoor bernama Musik Rap mulai digandrungi. Bersamaan dengan itu, gaya berbusana outdoor semacam outfit fitness dan olah raga menjadi populer, khususnya wanita  yang sering menggunakan legging sebagai perpaduan outfit celana mereka.


10. Tahun 1980 (Yuppie)
Berkembangnya teknologi juga menyebabkan perubahan lifestyle. Kalkulator saku dan jam digital sudah mulai banyak digunakan yang merembet pada kegiatan dunia kerja yang semakin tegas dan profesional. Kalangan pekerja tidak lagi bergelut dengan mesin sebagai buruh, banyak kelas pekerja yang bekerja di dalam ruangan dengan perangkat elektronik di hadapan mereka. Para kelas pekerja juga tidak hanya melulu kaum pria. Wanita pun mulai menapaki dunia karier sehingga julukan Wanita Karir dan Independen mulai dikenal dunia. Tata busana akhir tahun 1980an akibat merebaknya kalangan pekerja kantoran ini disebut Yuppie. Singkatan dari “young urban professional” atau “young upwardly-mobile professional”. Gaya berbusana Yuppie dikenal dengan pakaian-pakaian kantoran yang rapi dengan aksen minimalis. Tak terkecuali perempuan yang mulai menggunakan jas yang dipadu dengan rok atau celana panjang dari kain.


11. Tahun 1990 (Grunge)
Ini dia tahun dimana band-band favorit banyak bermunculan. Masa-masa ini muncul grup band macam Nirvana dan Oasis yang menggemparkan dunia. Aliran musik Grunge berawal dari Amerika  yang kemudian menyebar ke Inggris. Musik Grunge menjadi simbol fashion tahun 1990an. Meskipun begitu, tahun 1990 dikenal sebagai tahun terburuk dalam sejarah fashion dunia atau dikenal dengan sebutan “The decade fashion has forgotten.” Style Grunge ini mirip gaya Punk namun tidak begitu radikal. Celana jins, kaos, dan perpaduan dengan baju bermotif kotak-kotak lebar menjadi ciri identik gaya berbusana masa ini, selain tentu saja rambut gondrong dan berantakan sebagai pelengkap.


12. Tahun 1990 (Mix Up)
Blue Jeans dengan denim jackets in acid washbaby doll dressest-shirts kedodoran, pakaian olah raga, pakaian basket, pakaian baseball, sweatshirt and sweater, dengan perpaduan sepatu sneakers and keds. Gaya busana tahun 1960an dan 1970an juga berkembang lagi di tahun 1990an dengan pakaian floral dan gaya  hippie. Tren tahun 1990an lebih pada mengkombinasikan gaya busana tahun 1960-1980. Namun demikian, pada tahun tahun 1990an, celana jins dan pakaian longgar yang dimasukkan menjadi simbol umum berbusana.


13. Tahun 2000 (New Millenia)
Milenium baru memberikan nuansa serba silver bagi perkembangan fashion. Nuansa futuristik namun tetap glamour menjadi awal dari perkembangan fashion awal tahun 2000an.


14. Tahun 2000 (Emo)
Pertengahan tahun 2000an juga diwarnai dengan gaya berbusana Emo. Gaya berbusana Emo yang serba gothic, hitam, eye shadow hitam, dengan ciri khas rambut lurus kesamping hingga hampir menutupi mata menjadi populer. Potongan rambut jabrik tajam namun masih tetap panjang juga menjadi gaya rambut wanita pada pertengahan tahun 2000. Grup band seperti My Chamical Romance menjadi salah satu tren dan panutan. 


15. Tahun 2000 (Indie)
Mirip pada tahun-tahun sebelumnya, budaya sub-culture juga memainkan peran. Mirip dengan budaya Grunge, Punk, dan Hippie, budaya Indie bertitik-berat pada simbol pertentangan budaya konservatif yang berkembang. Kata indie standout for Independen, atau bisa disebut mandiri. Ini mencerminkan cara fashionista Indie memilih baju yang cenderung mandiri dan tidak terpengaruh dengan model fashion umum. Gaya berbusana Indie terkenal dengan celana jins pensil ketat, perpaduan celana pendek dengan sepatu, Kaos berbentuk V-neck, baju bentuk Bill Cosby, atau sweater kedodoran, perpaduan retro, vintage, modern, sepatu canvas warna dengan tali sepatu colorful adalah beberapa ciri karakter. Gaya berbusana Indie lebih cenderung kepada perpaduan fashion segala jenis baju namun masih terkesan modern.


16. Tahun 2010 (HIPSTER)
Tahun ini muncul budaya pop culture lain, yang disebut Hipster. Budaya ini berasal dari Amerika Serikat dan sedang mewabah ke anak muda seluruh dunia. Sama seperti budaya Sub-Culture sebelumnya, budaya berpakaian Hipster menunjukkan kebebasan, menekankan pada kegiatan self-sustaining, DIY *Do It Yourself*, dan anti konserfatif. Awal mula budaya Hipster muncul, budaya ini menekankan pada model busana yang dimiliki oleh para Tunawisma dan orang urban miskin di Amerika Serikat. Budaya Hipster menekankan pada kegiatan mereka yang tidak bisa lepas dari gadget pribadi, smartphone, laptop, dan hardwere personal lain. Hal tersebut dikarenakan pada tahun 2010 awal, produk elektronik semacam smartphone telah masuk ke hampir setiap negara dan dapat dimiliki hampir setiap manusia di bumi.


So Planet Surf lovers, WHICH STYLE DO YOU PREFER ?

Sumber (https://sustainablemovement.wordpress.com/2013/10/15/sejarah-perkembangan-fashion-di-dunia-tahun-1920-2010/)